Malam ini sebenernya saya sedang galau memikirkan logo dan brand untuk PKM Kewirausahaan DIKTI yang saya ikuti, mana deadlinenya mepet banget lagi -_- Udah buntu nyari ide, eh malah buka blog deh hehe
Tiba-tiba pikiran saya melambung jauh dari PKM, saya malah memikirkan liburan! Ya, liburan. Haha aneh ya?
Pengen gitu backpacking ke luar kota sendirian, bermodalkan keberanian, bawa kamera dan potret sana sini. Ngga jauh-jauh sih, paling ke Jogja atau mungkin ke Bandung. Kalo ke Bali entah kenapa saya ngga berani kalo sendirian. Berbekal ransel, nginep di tempat yang murah, pulang pergi kalo bisa naik kereta aja, wah kayaknya bakalan jadi pengalaman ngga terlupakan.
Ada sedikit ketakutan sih, entah nanti takut ketemu orang jahat lah, takut nyasar lah, takut salah makan terus sakit lah, pokoknya ada aja takutnya. Tapi justru saya malah tertantang pengen backpacking sendirian di kota lain untuk beberapa hari. Kemana-mana naik angkutan umum atau mungkin jalan kaki. Mendatangi obyek wisata setempat, dan yang terpenting wisata kulinernya :))
Masih mikir-mikir juga sih, saya ini kan anak perempuan, apa mungkin mama papa ngebolehin? (kayaknya kok ngga bakalan diizinkan ya --") Yang jelas saya mau nabung dulu buat rencana backpacking saya. Semoga bukan cuma sekedar rencana belaka, amin.
Ini cerita inspiratif yang saya dapatkan saat saya mengikuti materi PPKMB FPK Unair 2011. Pematerinya kebetulan adalah kakak angkatan saya, tapi saya lupa nama dan angkatannya --". Ia bisa dibilang sebagai salah satu mahasiswa yang berprestasi dan cukup aktif di ormawa. Pada saat ia memasuki kelas saya, ia hanya memberikan materi ringan namun menarik. Salah satunya adalah saat kakak itu memutarkan sebuah video. Saat itu saya pikir, "wah.. pasti geje". Eh ternyata saya salah. Video itu sederhana namun membuat saya tetap ingin memperhatikannya. Berisi tentang kisah nyata seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Indonesia (bukan kakak angkatan saya tadi). Mahasiswa itu mempunyai banyak mimpi, sehingga suatu hari ia memutuskan untuk menuliskan semua mimpi-mimpinya di secarik kertas kosong. Begitu banyak yang ia tulis, mulai dari yang konyol dan sederhana sampai mimpi yang bisa dibilang mustahil dan teramat susah untuk diwujudkan. Setelah itu ia tempelkan kertas itu di dinding kamar kosnya. Tidak sedikit temannya yang melihat kertas itu dan menertawakannya. Mereka pikir itu hal yang konyol, mustahil untuk dilakukan oleh mahasiswa tadi. Tapi mahasiswa itu tidak gentar, ia memikirkan strategi bagaimana agar mimpi-mimpinya dapat terwujud tepat waktu. Oleh karena itu ia membuat deadline untuk setiap mimpinya, entah dalam wujud minggu, bulan bahkan tahun.
Dengan sabar dan tawakal, perlahan ia berusaha mewujudkan mimpi itu satu persatu. Tinta merah perlahan mulai mencoret tulisan bolpoin hitam yang bertuliskan mimpi-mimpinya pertanda ia telah berhasil mewujudkan mimpi-mimpi itu. Bahkan salah satunya adalah ia berhasil menjadi mahasiswa terbaik nasional (saya juga lupa tahun berapa --"), ia berhasil mengikuti MTQ Nasional, memenangkan PKM, ikut beasiswa ke luar negeri dan lain sebagainya. Betapa ia berhasil membungkam tawa dan cemooh teman-temannya dengan mimpi-mimpi yang telah berhasil ia taklukkan. Namun ia tidak ingin sombong, ia hanya senang dan bersyukur bisa membuat mimpinya jadi kenyataan. Yang bikin saya kagum lagi, di salah satu mimpinya, tertulis "Ingin naik haji bersama Ibu dan Ayah". Subhanallah, merinding bulu kuduk saya saat itu. Karena jujur, itu adalah salah satu mimpi terbesar saya. Begitu senangnya saya melihat keberhasilan mahasiswa itu, bukan iri, tapi karena memang dia pantas mendapatkan hal itu.
Setelah video itu selesai, kakak angkatan saya menunjukkan kertas mimpinya kepada saya dan teman-teman. Kertasnya lusuh, banyak coretan. Ia mencoba hal yang sama dengan mahasiswa di video tadi. Ia memotivasi kami kurang lebih seperti ini: "Beranilah bermimpi, segila apapun mimpi itu, raihlah! Jangan hiraukan cemooh orang dan tetap sabar. Man jadda wajadda, man shabara zhafira. Dan yang terpenting, jangan hanya berangan-angan "aku pengen ini ahh", jangan. Tapi tulis mimpi kalian, karena kalo kalian hanya berangan-angan, mimpi itu entah kapan bisa terwujud, malahan kalian akan lupa dengan mimpi kalian. Buatlah deadline yang wajar dan jalankan semuanya dengan istikomah. Insya Allah kalian bisa. Semua orang punya mimpi bukan? Cuma kita yang mampu mewujudkannya, Insya Allah.."
Kalau kertas saya? Hahaha biar saya saja yang tau :p

